Kamis, 21 November 2019

"Menteri Jonan Minta BPS Ubah Pemahaman Rasio Elektrifikasi TEMPP.CO, Jakarta - Menteri Daya dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan meminta Badan Pusat Statistik (BPS) menyamakan inspirasi atau pemahaman tentang rasio elektrifikasi listrik. Hal tersebut diungkapkannya waktu tanda-tangani nota persetujuan dengan BPS tentang penyediaan, pemanfaatan, serta penambahan data dan informasi statistik sisi ESDM di kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat pada Jumat, 16 Maret 2018. Rumusan rasio elektrifikasi ini harus sama. Jangan hanya dari PLN saja yang masuk pemahaman rasio elektrifikasi, saat ini zaman sudah berkembang dan ada sumber pembangkit listrik lainnya, papar Jonan di kantornya pada Jumat, 16 Maret 2018. Awalannya, Direktur Eksekutif Institute for Essensial Service Reform, Fabby Tumiwa sempat bertanya RE listrik pada 2017 karena sampai angka 94,91 persen. “Dari bulan September target terjadi 92 sampai 93 persen, akhir November sampai 94,91 persen, bagaimana bisa melonjak demikian?” kata Fabby Tumiwa di Jakarta, Kamis, 11 Januari 2018. Fabby melihat kenaikan 2 persen rasio elektrifikasi listrik sejak September sampai November itu, patut ditanyakan. Sebab, tuturnya, 1 persen kenaikan saja kira-kira sampai 680 ribu rumah tangga yang perlu teraliri listrik. “Atau sekitar 2,4 juta customer setia,” katanya Jonan menceritakan, diantaranya perusahaan di Riau misalnya, ada yang membuat pembangkit sendiri tanpa memakai jaringan PLN, karena tidak ingin menunggu lebih lama. Mereka ada yang pakai PLTS atau daya terbarukan lainnya, kata Jonan. Untuk mendapatkan data rasio elektrifikasi (RE) listrik yang riil dan tidak bias, Jonan berharap BPS bisa cocokkan pemahaman RE listrik BPS. Menanggapi hal tersebut, Kepala BPS Suhariyanto menerangkan, pihaknya akan sesegera meperbaiki inspirasi pemahaman RE Listrik sesuai perintah Jonan. Kami memang masih menggunakan pemahaman yang lama, karena dulu listrik seharusnya dari PLN. Bertepatan pergantian zaman, semua tentu berubah, kata pria yang akrab dipanggil Kecuk itu. DEWI NURITA | SYAFIUL HADI "" "

Tidak ada komentar:

Posting Komentar