Kamis, 13 Desember 2018

Apa Perbedaan Kioson dengan E-Commerce Lainnya?

Apa Perbedaan Kioson dengan E-Commerce Lainnya? - commerce yang diusungnya ini berbeda dengan model bisnis digital lainnya yang sudah ada. Perbedaan tersebut ialah pada segmen investor yang disasar dan skema teknologi menyediakan jasa Online to Offline (O2O).

Image result for Apa Perbedaan Kioson dengan E-Commerce Lainnya?
Kioson menyasar retailer kota lapis kedua dan ketiga yang selama ini tidak ikut merasakan euforia dari kemajuan digitalisasi ekonomi, ujar Jasin usai menghadiri pelepasan penawaran saham Kioson di pasar Bursa Efek Indonesia, Kamis, 5 Oktober 2017.

Jasin menjelaskan selama ini orang-orang yang berada di daerah (kota lapis kedua dan ketiga) mengalami kesulitan akses perbankan. Menurut dia, banyak yang orang di daerah yang sudah mengetahui produk online, namun sulit untuk melakukan pembayaran.

Dengan adanya agen Kioson di daerah, konsumen tinggal datang ke agen itu. Beli pulsa, beli barang online, ambil duit di bank, bahkan untuk buat rekening bank, ujarnya menjelaskan konsep jasa O2O.

Lebih lanjut Jasin menyebutkan, setiap orang bisa menjadi agen kioson asalkan memenuhi persyaratan yang ditentukan, seperti memiliki toko atau warung dan memiliki rekening bank. Selain itu Kioson sudah bekerja sama dengan Bank Negara Indonesia untuk memudahkan masyarakat di daerah membuat rekening melalui agen Kioson. Jadi ini juga sekaligus mendukung program inklusi keuangan pemerintah, ujarnya.

Nantinya, kata Jasin, akan ada insentif khusus bagi tiap retailer yang bergabung menjadi agen Kioson. Besarannya mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 200.000 per barang. Margin insentif tergantung dari jenis barang yang dijual.

Jasin mengungkapkan, pernah ada agen Kioson di Pematang Siantar yang omzet penjualannya mencapai Rp 90 juta. Pendapatan tersebut didapatkannya dari Kioson.

Untuk saat ini pasar terbesar Kioson masih berada di pulau Jawa sebesar 60 persen, Sumatera 30 persen, dan sisanya di lokasi lain di Indonesia. Tahun 2019 ditargetkan ada 100 ribu agen Kioson di seluruh Indonesia, ujar Jasin.

Selasa, 16 Januari 2018

Ini Sebab Gerai Matahari di Lombok City Center Ditutup

Ini Sebab Gerai Matahari di Lombok City Center Ditutup - Matahari Department Store (MDS) di Lombok City Center (LCC) akan ditutup pada 1 Januari 2018. Semula dibuka dengan optimistis. Tapi dua tahun perkembangan mal ini sepi,'' kata Store Manager Matahari di LCC Abdul Azis kepada Tempo, Sabtu 25 November 2017.

Image result for Ini Sebab Gerai Matahari di Lombok City Center Ditutup

Diakuinya, semula optimistis LCC yang terletak di jalan jurusan Mataram - Lombok Timur sama dengan di Lombok Epicentrum Mal (LEM). Tapi dalam perjalanan sejak dibuka pada 26 November 2015 silam, tidak ada perkembangan. ''Kalau Mal Anggrek habis kontrak, Mal tidak memperpanjang lagi,'' ujarnya.

Menurutnya, ini berkaitan dengan sepinya LCC yang tidak semakin berkembang penyewanya. Jumlah karyawan yang semula 250 orang pun menyusut menjadi 150 orang. ''Tidak profitable. Pencapaian target minus sejak dibuka,'' ucap Abdul Azis.

Setelah ditutup, karyawan yang bersedia dialihkan ditempatkan di Matahari di LEM. Jika tidak akan diberhentikan diberikan pesangon.

Seorang karyawan LCC mengatakan pengunjung yang datang dihitung rata-rata 1.000 orang sehari. Yang berkunjung ke Matahari diperkirakan sebanyak 35 persen. Itupun belum semuanya masuk berbelanja. LCC yang dibangun oleh The Black Steel Group Jakarta, berada di jalur poros Mataram – Lombok Timur.

Abdul Azis menghitung lokasi LCC memang kalah daya tariknya dengan LEM di tengah kota yang penyewanya sangat lengkap mulai dari mainan, restoran dan segala hiburan untuk anak-anak maupun remaja. Ia mengatakan strategis lokasi, harga, pengunjung dan promosi menentukan keberadaan suatu mal.

Sewaktu pembukaan Store Operation Director MDS Sunny Setiawan mengatakan sangat prospek. Lokasi ini adalah gerbang menuju Mataram, katanya. Ini adalah gerai ke 141 Matahari Department Store di Lombok City Center (LCC) di Desa Gerimak Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat, sekitar 10 kilometer arah timur dari pusat kota Mataram.

MDS di LCC adalah gerai ke-16 yang beroperasi di wilayah Bali dan Kalimantan. Memiliki nilai investasi sekitar Rp 40 miliar, gerai yang menempati lokasi dua lantai seluas 6.000 meter persegi, diyakini tidak kalah dengan gerai yang lain. Sangat potensial. Lokasi ini strategi adalah penopang Nusa Tenggara Barat, ujarnya. Walaupun ruang yang ditempati lebih kecil tetapi barang-barang bermerek lebih banyak tersedia.

Sebelumnya, MDS di Lombok Epicentrum Mal Mataram yang dibuka 15 Juni 2015 lalu, adalah gerai ke 139 atau ke-10 untuk tahun 2015 ini. Di akhir kwartal IV – 2015. rencana dibuka gerai ke-142 di Hartono Life Style Mall Yogyakarta.

Store Manager Matahari Departement Store di LEM Putu Yuniartha kepada Tempo menyebutkan keberadaan LEM memang luar biasa. ''LEM ini termaju diantara belasan mal se Indonesia,'' ucapnya. Waktu itu belum setahun dibuka, penyewanya sudah mencapai 90 persen. ''Traffic pengunjungnya 10 kali lebih banyak. Penyewa yang mengisi sudah 95 persen,'' ucapnya. LEM berada di jalur strategis, mudah dijangkau menggunakan motor.

Kepala Dinas Perdagangan Nusa Tenggara Barat Selly Andayani mengatakan kepada Tempo, sudah menerima surat pemberitahuan dari Matahari rencana penutupan tersebut. Tidak bisa dipungkiri kalau LCC memang sepi akibat lokasinya. ''Saya sudah sering bantu mendorong bikin kegiatan di situ,'' katanya. Misalnya mengadakan pasar murah.